Wine yang dirayakan pelan, untuk meja yang layak diingat.
Peakwine menghadirkan wine culture lebih dekat ke cara Indonesia berkumpul: lewat wine cellar, retail, partner hospitality, dan private event yang dirancang dengan standar premium.
Wine bukan soal harga. Soal cara sebuah meja membuat orang merasa lebih dekat.
Berawal dari rasa ingin tahu di Eropa, tumbuh menjadi cara Indonesia menikmati wine.
Cerita Peakwine dimulai dari Eddy Sugiri yang mengenal wine culture saat masa studi di Jerman. Yang dibawa pulang adalah cara melihat wine sebagai percakapan, kehangatan, dan bentuk hospitality yang dekat dengan orang Indonesia.
Hari ini, The Peak Connoisseurs hadir sebagai wine cellar, platform online, partner B2B HoReCa, dan teman untuk private event. Wine tetap menjadi intinya, tapi tujuannya jelas: membantu setiap orang memilih dengan lebih percaya diri dan menikmati momen dengan lebih sadar.
Empat cara Peakwine menjaga standar tanpa membuat wine terasa jauh.
The Peak bukan sekadar tempat membeli wine. Ada tanggung jawab untuk membantu orang memilih dengan lebih paham, menikmati dengan lebih sadar, dan menghadirkan pengalaman yang layak diingat.
-
01
Lead responsibly
Praktik etis dan cara menikmati wine yang aman serta dewasa, dari edukasi staf sampai komunikasi ke customer.
-
02
Educate with care
Wine knowledge dibagikan lewat tasting, master class, dan rekomendasi yang mudah dipahami tanpa bahasa teknis yang membingungkan.
-
03
Enrich the table
Wine, pairing, coffee, cigar, gelato, dan gift items dipilih supaya satu meja terasa utuh, bukan terpotong-potong.
-
04
Create moments
Dari dinner kecil sampai corporate gathering, detail disiapkan mengikuti suasana acara dan kebutuhan tamu.
Satu brand, beberapa cara untuk bertemu wine culture.
Luxury yang bertanggung jawab, bukan sekadar kesan mewah.
Pengalaman premium berhenti di operasional yang lebih sadar. Peakwine memilih paperless process, packaging bijak, dan ruang untuk mendukung festival, teater, serta karya seni komunitas.
